Home

Minggu, 17 Juni 2012

KOMUNIKASI INTERPERSONAL


             1.      Pengertian
Komunikasi merupakan proses penyampaiaan pesan dari seseorang kepada orang lain. Menurut De Vito (dalam Alo Liliweri, 1997:12) ”komunikasi interpersonal merupakan pengiriman pesan-pesan dari seseorang dan diterima oleh orang lain atau sekelompok orang dengan efek dan umpan balik yang langsung”. Di samping itu, menurut Hafied Canggara (2000:32) ”komunikasi interpersonal adalah proses komunikasi yang berlangsung antara dua orang atau lebih secara tatap muka”.
Menurut Agus M. Harjana (2003:85) :
Komunikasi interpersonal adalah interaksi tatap muka antara dua orang atau beberapa orang dimana pengirim dapat menyampaikan pesan secara langsung dan penerima pesan dapat menerima dan menanggapi secara langsung pula.

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan komunikasi interpersonal adalah suatu proses penyampaian pesan atau pertukaran pesan di antara dua orang yang dapat diketahui langsung balikannya dalam proses tatap muka.

2.      Ciri-Ciri Komunikasi Interpersonal
Menurut De Vito (dalam Alo Liliweri 1997:13) mengatakan bahwa ”komunikasi interpersonal memiliki lima ciri-ciri, yaitu: keterbukaan. Empati, dukungan, kepositifan atau rasa positif dan kesamaan”.
1.      Keterbukaan
Untuk menunjukkan kualitas keterbukaan dari komunikasi interpersonal ini paling sedikit ada dua aspek yakni aspek keinginan untuk terbuka bagi setiap orang yang berinteraksi dengan orang lain dan keinginan untuk menanggapi secara jujur semua stimuli yang datang kepadanya. Menurut Depdikbud (1995:151) “keterbukaan adalah kemampuan seseorang untuk bersifat tidak tertutup terhadap perasaan”. Keterbukaan ini mengacu kepada tiga aspek komunikasi interpersonal yakni menciptakan sifat terbuka kepada semua orang yang berinteraksi secara jujur dalam melakukan komunikasi dan mengacu pada perasaan kepribadian serta pemikiran untuk rasa keingintahuan terhadap orang lain
2.      Empati
Dengan empati dimaksudkan untuk merasakan sebagaimana yang dirasakan oleh orang lain suatu perasaan bersama yakni mencoba merasakan dalam cara yang sama dengan perasaan orang lain. Menurut de vito (1986:70) “empati adalah kemampuan seseorang untuk mengendalikan apa yang dialami orang lain pada moment-moment tertentu”. Untuk dapat menimbulkan empati pada diri seseorang adalah dengan merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain. Sedangkan untuk menimbulkan rasa simpati dapat dilakukan dengan cara menolong orang lain dan merasakan apa yang dirasakan orang lain serta adanya kemauan untuk meminta maaf dalam upaya menimbulkan simpati.
3.      Dukungan
Dukungan adakalanya terucap dan adakalanya tidak terucap. Dukungan yang tidak terucap tidaklah mempunyai nilai yang negatif, melainkan merupakan aspek positif dari komunikasi
4.      Kepositifan/ rasa positif
Dalam komunikasi interpersonal, kualitas ini paling sedikit terdapat tiga aspek perbedaan atau unsur. Pertama, komunikasi interpersonal akan berhasil jika terdapat perhatian yang positif terhadap diri seseorang. Kedua, komunikasi interpersonal akan terpelihara baik jika perasaan positif terdapat orang lain dikomunikasikan. Ketiga, suatu perasaan positif dalam situasi komunikasi umum amat bermanfaat untuk mengefektifkan kerja sama. Menurut Depdikbud (1995:83) “berfikir positif adalah berfikir akan kebenaran pasti dan terbukti”. Seseorang berperilaku positif dalam berkomunikasi interpersonal akan terlibat dari adanya pemikiran positif  pada kepribadian dan menilai kepribadian orang lain secara positif pula serta juga dapat merasakan suatu naluri dalam berkomunikasi dengan orang lain.
5.      Kesamaan
Ini merupakan karakteristik yang istimewa, karena kenyataannya manusia tidak ada yang sama. Komunikasi interpersonal akan efektif jika orang-orang yang berkomunikasi itu terdapat kesamaan. Menurut Depdikbud (1995:100) “persamaan adalah suatu keadaan yang menghapuskan kedua belah pihak tidak berbeda atau tidak berlainan”. Komunikasi interpersonal akan efektif bila dalam membina hubungan antar pribadi terjadi kondisi dimana seseorang memiliki kesamaan keribadiannya  tidak bisa berkomunikasi. Jadi persamaan berarti kemauan menerima dan membuktikan adanya perbedaan seseorang  dengan mencari persamaan mereka.
Agus M Hardjana (2003:86-90) mengemukakan beberapa ciri-ciri komunikasi interpersonal, antara lain:
1.      Verbal dan non verbal
2.      Mencakup perilaku tertentu
3.      Komunikasi yang berproses pengembangan
4.      Mengandung umpan balik, interaksi dan koherensi
5.      Berjalan menurut peraturan tertentu
6.      Kegiatan aktif
7.      Saling mengubah

Menurut Alo Liliweri (1997:14) ciri-ciri komunikasi interpersonal sebagai berikut:
1.      Spontan dan terjadi sambil lalu saja (umumnya tatap muka)
2.      Tidak mempunyai tujuan terlebih dahulu
3.      Terjadi secara kebetulan di antara peserta yang tidak mempunyai identitas yang belum tentu jelas
4.      Berakibat seseuatu yang disengaja maupun tidak disengaja
5.      Kerap kali berbalas balasan
6.      Memprasyaratkan adanya hubungan paling sedikit dua orang
7.      Harus membuahkan hasil
8.      Menggunakan berbagai lambang-lambang bermakna

Menurut Reardon ( dalam Alo Liliweri, 1997:13) ciri-ciri komunikasi interpersonal,
1.      Dilaksanakan karena adanya berbagai faktor pendorong
2.      Berakibat sesuatu yang disengaja maupun tidak disengaja
3.      Kerap kali berbalas balasan
4.      Memprasyaratkan adanya hubungan antar pribadi
5.      Suasana hubungan harus bebas, bervariasi dan adanya keterpengaruhan
6.      Menggunakan berbagai lambang-lambang yang bermakna

Dari pendapat di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa ciri-ciri komunikasi interpersonal antara lain: keterbukaan, empati, dukungan, kepositifan, kesamaan serta proses penyampaian pesan dan kondisi penyampaian pesan

3.      Faktor Penghambat Komunikasi Interpersonal
Komunikasi memegang peranan penting dalam melakukan hubungan bagi setiap individu, namun bukan berarti setiap orang yang selalu berkomunikasi akan semakin akrab. Jalaluddin Rakhmad (2001:129) menyatakan bahwa:
“Tidak benar anggapan orang bahwa semakin sering seseorang melakukan komunikasi antar personal dengan orang lain, maka makin baik pula hubungan mereka, yang menjadi persoalan adalah bukanlah berapa kali komunikasi dilakukan, tetapi bagaimana komunikasi itu dilakukan”.

Komunikasi yang efektif  terjadi sejauh mana perserta komunikasi saling berbagi pengalaman. Sedangkan komunikasi yang tidak efektif terjadi sejauh mana para peserta komunikasi tidak saling berbagi pengalaman. Maka dari itu, komunikasi akan berhasil dengan baik jika pesan yang disampaikan sesuai dengan rangka pengetahuan dan lingkup pengalaman komunikan. Demikian juga dengan pesan yang disampaikan, harus sesuai juga dengan lingkup pengalaman komunikan.
Jalaluddin Rakhmad (2001:129-138) mengemukakan beberapa faktor  penghambat komunikasi interpersonal, antara lain:
1.      Sikap tidak percaya
a)      Tidak menerima artinya tidak menyetujui semua perilaku orang lain, menilai pribadi orang lain berdasarkan perilakunya yang tidak disenangi
b)      Tidak empati artinya tidak merasakan apa yang dirasakan orang lain
c)      Tidak jujur artinya sering menyembunyikan pikiran dan pendapat
2.      Sikap tidak suportif
a)      Evaluasi artinya penilaian terhadap orang lain seperti mengecam
b)      Kontrol artinya berusaha membantu orang lain, mengendalikan perilakunya, mengubah sikap, pendapat dan tindakannya
c)      Strategi artinya penggunaan tipuan-tipuan atau manipulasi untuk mempengaruhi orang lain
d)     Netralitas artinya memperlakukan orang lain tidak sebagai personal meainkan sebagai objek
e)      Superioritas artinya sikap lebih tinggi lebih baik dari pada irang lain karena status, kekuasaan, kemampuan intelektual, kekayaan, kecantikan atau ketampanan.
f)       Kepastian artinya ingin menang sendiri dan melihat pendapatnya sebagai kebenaran mutlak yang tidak dapat diganggu gugat
3.      Sikap tertutup

Dari pendapat di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam komunikasi interpersonal terdapat hambatan-hambatan yang menyebabkan komunikasi tersebut menjadi tidak efektif. Adapun hambatan tersebut antara lain: sikap tidak percaya, sikap tidak suportif dan sikap tertutup.

4.      Pentingnya komunikasi interpersonal
Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri dan selalu membutuhkan orang lain. Oleh karena itu untuk bisa membina hubungan yang baik maka dilakukanlah komunikasi untuk memenuhi kebutuhan dalam kehidupan mereka. Menurut Alo Liliwery (1991:45) menyatakan bahwa “manusia perlu berkomunikasi dengan orang lain karena adanya faktor-faktor yaitu: 1. Perbedaan antar pribadi, 2. Pemenuhan kekurangan, 3. Perbedaan motivasi antara manusia, 4. Pemenuhan harga diri, 5. Kebutuhan atas pengakuan orang lain.
Menurut Jhoson (dalam Supratiknya, 1995:9) menyatakan “komunikasi interpersonal penting untuk perkembangan intelektual dan sosial kita, identitas atau jati diri kita”. Terbentuk dalam dan lewak komunikasi dengan orang lain, dapat memahami orang lain yang ada disekelilingnya dan terciptanya hubungan yang baik dengan orang lain. Sementara itu Effendi (1993:46) mengatakan “pentingnya komunikasi interpersonal adalah karena prosesnya memungkinkan berlangsungnya secara dialogis, maka tampak adanya upaya dari pelaku komunikasi untuk terjadi pengertian bersama dan empati”. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Silahkan bergabung ke MEMBERS CCI untuk dapat meninggalkan komentar sahabat.Terima Kasih!